Selasa, 25 September 2012

TAQWA

Oleh : Mukhtadi el Harry

Taqwa pada dasarnya adalah menjagaa diri dari hal-haal yang dibenci, karena kata taqwa itu sendiri berasal dari kata “Al Wiqoyah” / Penjagaan.
Umar bin Khotob pernah bertanya kepada Ubay bin Ka’ab mengenai Taqwa, makaa Ubay bertanya kepadanya “ Tidakkah engkau pernah melewati jalan berduri, Umar menjawab, Ya lalu Ia bertanya lagi, lalu apa yang engkaau kerjakan ?. kemudian ia menuturkan, aku berusah keras dan bersungguh-sungguh untuk menghindarinya agar tidak tertusuk duri, “ Ya yang demikian itu adalah Taqw.”

Ibnu Mu’taz telah mengambil pengertian itu seraya mengatakan :
- Tinggalkanlah dosa kecil maupun besar yang demikian itu adalah Taqwa
- Jadilah seperti orang yang berjalan diatas tanah yang berduri, berhati-hati terhadap apa yang dilihatnya
- Dan janganlah engkau meremehkan suatu yang kecil, sesungguhnya gunung itu berasal dari batu kerikil
Abu Darda pernah membacaakan suatu syair :
-Seseorang menginginkan agar harapannya terpenuhi , namun Allah menolaknya kecuali apa yang dikehendaki-Nya
- Keuntungan adalahy harta kekayaanku, padahal taqwa kepada Allah lah sebaik-baaik apa yang diperoleh dan dimiliki.
Dalam Kitab Assunah, Ibnu Majjah meriwayatkan, dari Abu Umammah, Rasulullah SAW bersabda”Tidak ada seseuatu bagi seseorang setelah taqwa lebih baik dari seorang Istri yang solehah, yang jika suaami melihatnya ia selalu membahagiaakaanya, jika suami menyuruhnay ia senaantiasa mentaaatinya, jika suami bersumpah terhadap sesuatu kepadanya, mak ia penuhi sumpahnya dan jika suami tidak berada disisinya , ia selalu setia menjaga dirinya dan hartanya (HR. Ibnu Maajjah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar