Selasa, 25 September 2012

HIDAYAH

HIDAYAH

HIDAYAH
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillah
Alhamdulillah
Washolatu wassalu ala Rasulillah,
Robi syrohli sodri wayassyirli amri wahlul uqdaranmillisani
Amma Ba’du
Jamaah yang sangat saya hormati dan insya Allah senantiasa dimuliakan Allah. SWT.
Alhamdulillah hanya atas ridlonya kita dapat berkumpul ditempat yang mulia ini
Ijinkanlaah saya menyampaikan sepatah duapatah kata, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua,

Pada kesempatan ini saya akan membahas tema Hidayah/ Petunjuk.

Hidayah, tentunya kita sangat mengharapkan memperoleh Hidayah, namun sebetulnya apa Hidayah itu, semoga tulisan singkat ini ada manfaatnya.
Yang dimaksud Hidayah / Petunjuk ialah keimanan yang tertanam didalam hati, dan tidak ada yang dapat meletakkannya didalam hati manusia kecuali Allah SWT.
Allah berfirman dalam surat Al Qashash , 56

56. Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
Artinya petunjuk itu hak perogatif Allah SWT, tak seorangpun dapat memberi petunjuk bagi orang lain, bahkan Rasulullah SAW pun tidak dapat memberi petunjuk bagi orang lain bahkan kepada orang yang paling dicintai sekalipun yaitu pamannya (Abu Thalib), hal ini diketahui saat paman Rasul yang bernama Abu Thalib yang sangat dicintai Rasul, karena beliaulah yang selalu mendukung perjuangan Rasul menegakkan Islam dimuka bumi ini, menjelang wafat, beliau mohon agar pamannya mengucapkan Allah sebagai bukti bahwa pamannya beriman kepada Allah, namun pamannya ( Abu Tholib) menolak dengan alasan bahwa beliau bukannya tidak beriman, namun beliau adalah pembesar quraisy, maka akan malu kalau secara terang-terngan menyatakan dirinya beriman, maka turunlah surat al Qasahas ayat 56 ini, sebagai teguran kepada Rasul bahwa yang berhak member hidayah hanyalah Allah SWT.
Kita sebagai hamba Allah hanya berusaha untuk memperoleh hidayah tersebut, caranya kita harus selalu berusaha untuk berbuat kebajikan, makanya kita kalau berdoa senantiasa Ya Allah berilah Taufiq dan Hidayah, artinya agar kita memperoleh hidayah tentunya kita selalu berada dijalur yang memungkinkan kita memperoleh hidayah yaitu ditempat-tempat yang ada kaitannya dengan perbuatan baik, semisal kita melaksanaakan sholat berjamaah di Masjid dan di tempat kebaikan serta perbuataan baik lainnya karena ditempat-tempat seperti inilah insya Allah, Allah akan menurunkan hidayah, hal ini disebut Taufiq, suatu hal yang mustahil Allah akan menurunkan hidayah ditempat maksiat, maka hindarilah dan jauhilaah tempat-tempat maksiat.
Hanya Allah, yang dapat memberi petunjuk , dan barang siapa disesatkan Allah maka tidak ada seorangpun yang dapat menolongnya
Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al Kahfi ayat 17
• •
17. Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang Luas dalam gua itu. itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, Maka Dialah yang mendapat petunjuk; dan Barangsiapa yang disesatkan-Nya, Maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. ( QS. Al Kahfi, 17.)
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa mendapat petunjuk, namun ingat petunjuk / hidayah tidak datang dengan sendirinya melainkan harus dicari/ diupayakan dengan cara senantiasa berbuat kebaikan dan ditempat yang baik pula, karena dengan cara inilah insya Allah petunjuk./ hidayah akan datang, dan jauhilah perbuatan dan tempat maksiat, karena perbuatan. Tempat maksiat akan sangat sulit petunjuk. Hidayah Allah akan datang
Semoga bermanfaat bagi kita semua amiiin.
Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat bagi diri saya dan sukur-sukur bagi jamaah sekalian
Billahi taufiq waal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Suka · · · 28 Agustus 2010 pukul 14:37

Tidak ada komentar:

Posting Komentar