Minggu, 23 September 2012

MAULID NABI MUHAMMAD SAW


MAULID NABI MUHAMMAD SAW

oleh : Mukhtadi el Harry
 
Maulid artinya kelahiran Nabi Muhammad SAW, saat ini khususnya di Indonesia dan di Malaysia hari lahinya Nabi Muhammad SAW di peringati/ dirayakan,  hal ini lah yang terus terjadi perbedaan pendapat tentang hukum peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Ada sebagian menganggap bid’ah ada sebagian yanag lain menganggap bid’ah namun bid’ah khasanah sehingga tetap memperingatinya.
Kedua pandangan tersebut sebenarnya tidak ada perbedaan yang mendasar, namun pada tekhnis pelaksanaannya saja, keduanya mengakui bahwa peringatan maulid adalah bid’ah Karena dijaman Rasulullah SAW memang tidak ada peringatan maulid, bahkan  seandainya saat Rasulullah hidup diadakan peringatan maulidpun Rasulullah tentulah tidak akan berkenan, karena tentunya beliau tidak mau di kultus individukan, namun saya pun berkeyakinan seandainya di hari/ buan kelahiran beliau, dimanfaatkan sebagai moment untuk lebih mengenalkan beliau dan ajaran-ajarannya berupa Al Qur’an dan Hadits terhadap umatnya terutma di zaman sekarang khususnya di Indonesia dimana pemahaman tentang ajaran agama sudah mengalami pergeseran makna.
Bid’ah kata inilah yang sering diperdebatkan, kata ini pulalah yang sering berdampak kurang sehat di lingkungan umat Islam sendiri, apa sebenarnya penyebabnya, kenapa umat Islam khususnya para pemimpinnya/ tokohnya justeru lebih senang berbicara tentang bid’ah daripada hal lain yang jauh lebih manfaat, bahkan kita sering menyaksikan perdebatan langsung atau tidak langsung tentang bid’ah dan manakala mendapat pengikut yang lebih besar seorang pemimpin/ tokohnya merasa menjadi lebih terhormat/ terpandang/ mempunyai legalitas, seolah-olah menjadi pemenang dan pendapatnyalah yang paling benar, kenapa wacana berfikirnya sedemkian rupa, sungguh sangat memperihatinkan.
Penulis tidak akan membahas dasar hukum  tentang bid’ah, karena hal tersebut sudah sangat dipahami oleh umat Islam khususnya para Pakar, Ulama, Ustad, Intelektual, Tokoh masyarakat bahkan masyarakat awam sekalipun.
Penulis hanya akan membicarakan tentang gambaran awam tentang bid’ah.
Bid’ah adalah suatu perbuatan yang semasa Rasulullah tidak dilaksanakan, sekarang dilaksanakan ini disebut Bid’ah. Karena perbuatan yang berkatagori Bid’ah itu banyak, maka para Ulama menggolongkon ke dalam dua golongan yaitu Bid’ah Sayyiah dan Bid’ah Khasanah.
Bid’ah Sayyiah, adalah perbuatan yang bersifat tidak/ kurang baik, (perbuatannya ataupun dampaknya) sedangkan Bid’ah Khasanah adalah perbuatan yang bersifat baik, (perbuatannya ataupun dampaknya).
Untuk itu perbuatan yang bersifat Bid’ah Sayyiah dilarang/ diharamkan untuk dikerjakan, sedangkan yang bersifat Bid’ah Khasanah tidak dilarang/ diharamkan untuk dikerjakan.
Sekarang semuanya dikembalikan kepada kita, apakah perbuatan itu bersifat sayyiah atau khasanah, silahkan kita sendiri yanag mengambil sikap.
Contoh Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. dijaman Rasulullah SAW tidak dilaksanakan dan bahkan seandainya dilaksanakanpun pastilah Rasulullah SAW tidak berkenan, karena beliau tidak mau dikultus individukan, lalu sekarang dilaksanakan, bagaimana sikap kita, karena kebenaran itu bukan haknya para Ulama, Intelektual, Ustad, Tokoh Masyarakat tertentu, sedangkan mereka hanya menafsirkan sendiri-sendiri, sesuai sudut pandangnya masing-masing, sedangkan kebenaran yang hakiki adalah hanya dari Allah SWT. (karena hal ini tidak secara sepesifik ada dalam Al Qu’ran & Hadits) meskipun banyak ayat-ayat Al Qur’an maupun Hadits yang sering ditafsirkan sesuai kebutuhan argumentasi masing-masing.   
Menurut hemat penulis apa bila peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. dirayakan/ dilaksanakan dengan cara pesta pora atau dikaitkan dengan acara-acara tertentu seperti misalnya mencuci benda-benda pusaka atau melarung sesajian ke tengah laut atau acara ritual tertentu lainnya, maka peringatan semacam ini bukan hanya sekedar Bid’ah tapi Haram, namun kalau peringatan Maulid itu dirayakan/ dilaksanakan dengan tujuan melalui moment hari/ bulan kelahiran Rasulullah SAW, dimanfaatkan untuk lebih mengenalkan nilai-nilai ajaran Rasulullah SAW berupa Al Qur’an dan Hadits agar kita khususnya generasi muda Islam lebih mengenal Islam dengan lebih baik lagi, karena saat ini disadari atau tidak, diakui atau tidak khususnya generasi mudanya bahakan termasuk generasi tuanya sekalipun, dirasa  masih sangat perlu untuk memperoleh pemahaman Islam secara komperhensif, maka kalau ini tujuannya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, menurut hemat penulis sangat perlu dan harus, sekarang kalau kita merasa terpanggil untuk menegakkan/ menyiarkan Islam tugas kita tidak berdebat tentang Bid’ah, melainkan berdebat bagaimana mencari methode yang tepat didalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sehingga mempunyai dampak yang positif bagi kehidupan beragama kita, mohon maaf mungkin berlarut-larutnya perdebatan Bid’ah juga disebabkan karena pemahaman agama kita yanag kuranag komperhensif/ khaffah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar