Selasa, 25 September 2012

IMAN

  •  
    IMAN
     
    Oleh : Mukhtadi el Harry

    -Abu Ja’far Ar Razi dari Abdullah ia mengatakan Iman adalaah kebenaran
    -Ali bin Abi Thalhaah dari Ibnu Abbas mengatakan “Mereka beriman” maksudnya mereka membenarkan
    -Mu’ammar dari Az Zuhri mengatakan “Iman adalah amal”
    -Ibnu Jarir mengatakan yang lebih baik adalah mereka harus mensifati diri dengan dengan iman kepada yang ghaib baik melalui ucapan maaupun perbuatan, kata iman mencakup iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari ahir, Qodho & Dodhar sekaligus membenarkan pernyataan melalui amal perbuatan.
    Secara Etimologis iaaman berarti pembenaran.
    QS. Yusuf, 17

    17. mereka berkata: "Wahai ayah Kami, Sesungguhnya Kami pergi berlomba-lomba dan Kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang Kami, lalu Dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada Kami, Sekalipun Kami adalah orang-orang yang benar." (QS. Yusuf, 17)


    Demikian juga ketika kata iman disandingkan deng amal saleh
    QS.Al Ashr, 3

    3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS.Al Ashr, 3)



    “Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh”
    Begitu juga Ijma para Ulama (Imam Syafii, Hambali, Maliki, Hanafi ) bahwa Iman adal pembenaran dengan ucapan dan perbuatan dan dapat bertambah serta berkurang
    Beriman kepada yang Ghaib saamaa seperti berimaan kepada yang Nyata.
    Contoh beriman kepada yang Ghaib adaalah : beriman kepada Allah, Malaikat, Hari Ahir, Surga, Neraka, serta pertemuan dengan Allah, adanya kehidupan setelah mati, adanya kebangkitan,
    Imam Ahmad meriwayatkan kepada Ibnu Muhairiz, bahwa aku pernah mengatakan kepada Abu Jam’ah.
    Ya Rasulullah adakah orang yang lebih baik dari kami, sedangkan kami telah masuk Islam bersamamu dan berjihad bersamamu pula, beliau menjawab
    “Iya, yaitu kaum setelah kalian, mereka beriman kepadaku padahal mereka tidak melihatku”
    HR. yang lain mengtatakaan
    “Sungguh beruntung-sungguh beruntung orang yang tidak melihatku tetapi mereka beriman kepadaku”
    Suka · · · 28 Agustus 2010 pukul 14:43

Tidak ada komentar:

Posting Komentar